Sabtu, 07 November 2020

Era millenial dan Generasi nya

Millenial atau era sekarang ini dimana Generasinya yang sudah begitu banyak kemajuan dan juga kemudahan bagi kita semua yang masih tinggal di dunia. Millenial, secara harfiah kalau aku terjemahkan sendiri itu seperti millenum. Aku jadi ingat tahun 2000 atau 20 tahun yang lalu disebut tahun milenium. Tapi di dalam film Transformer Revenue Of The Fallen atau disingkat ROTF, tokoh the Fallen mengatakan ia telah menunggu 1 millenia untuk bisa turun ke Bumi agar bisa mendapatkan key (baca:kunci) untuk menyalakan mesin untuk memanen energon. Energon adalah sumber daya yang diperlukan untuk kehidupan para robot Transformer. Ingat postingan sebelumnya kalau aku suka robot, dalam film ROTF The Fallen katanya telah menunggu satu Millenia atau atau satu Milyar tahun. Artinya Dunia kita ini sudah berumur 1 Milyar tahun. Kurang lebih. Bisa dikatakan Generasi millenial atau Generasi kita sekarang adalah Generasi yang masih ada atau hidup setelah dunia berusia 1 milyar tahun. Saya hanya cocokologi, jangan dianggap serius..

Bukankah saat ini adalah tahun 2020, kok dunia sudah berusia satu Milyar tahun? 

Memang benar sekarang tahun 2020 masehi, tapi tahukah kamu kapan penetapan satu Masehi itu ditetapkan?? Sebelum 1 Masehi ditetapkan juga ada istilah Before Century atau dalam bahasa Indonesia sebelum Masehi yang disingkat SM. Sebelum Masehi atau sebelum perhitungan tahun itu ditetapkan atau dirumuskan apakah dunia ini belum memiliki kehidupan? Lantas menurut kamu dizaman itu belum ada satu manusia pun yang tinggal di dunia? Siapa yang tahu?
Kemampuan dan pengetahuan saat ini masih sangat terbatas. Meski Generasi terus berganti, era silih berganti, dan pengetahuan semakin maju, apakah semua isi dunia bisa diketahui oleh manusia. Saya rasa belum. Kita hanya mahluk kecil yang kaya akan keterbatasan, tapi banyak diantara kita yang merasa hebat dan seakan tak terbatas. Jika pembanding hanya manusia lain mungkin ada yang lebih baik atau lebih buruk dari kita. Namun jika kita bandingkan dengan alam semesta, saya rasa pengetahuan kita masih jauh. 



Dunia yang penuh tanda tanya akan selalu menjadi pertanyaan menarik bagi saya secara pribadi. Bagi yang lain sih aku tidak tahu. Menariknya menurut aku adalah, kita terbedakan antar kasta dan banyak hal lainnya, namun disisi lain, kita itu sama ketika mati akan membusuk pula. Jika mereka yang tidak ingin mayatnya membusuk pastinya akan ada perawatan khusus. Mummy misalnya. .

Generasi millenial banyak mendapat kemudahan dari kemajuan tekhnologi informasi dan lainya. Ingatlah dulu manusia melaksanakan transaksi dengan barter, zaman itu dimana uang belum dicetak. Coba bandingkan dengan zaman sekarang, uang saja sudah digital, tidak hanya cash / ada fisiknya. Sekarang kita bisa mendigitalkan uang kita menjadi saldo. Misalnya saldo OVo, Dana, go-pay, atau virtual money yang lain. 
Banyak manfaat yang kita dapatkan tentunya dengan semua itu. Misalnya kita tidak perlu repot membawa uang puluhan, ratusan milyar untuk membayar Gaji karyawan. Misal anda seorang owner perusahaan. Cukup dengan transfer sambil duduk, semua sudah terselesaikan. Mengurangi resiko perampokan dan kejahatan dijalan ketika membawa uang dalam bentuk cash. Tapi kalau perampokan dan pencurian uang dengan online itu beda urusannya ya...

Era millenial juga berdampak pada lapangan pekerjaan. Jika dulu pekerjaan mungkin harus dilakukan ditempat kerja secara langsung atau on the spot, sekarang bisa vertual. Misalnya input data, pengetikan, desain, atau yang lain. 

Lapangan pekerjaan baru juga banyak terbuka, misalnya era digital sekarang bisa menjadi peluang usaha seseorang memiliki toko virtual atau online shop. Bisa menjadi influenser, YouTubers atau yang lain. 

Dampak Covid-19 sekarang ini, banyak yang kehilangan pekerjaan dan juga menurunkan penghasilan. Karena itu banyak diantara kita yang mulai banting setir kearah yang lebih digital sebagai alternatif untuk mencari uang. Misalnya menjadi YouTubers. Atau hal lain, yang pada intinya semua pekerjaan itu bisa dilakukan dari dalam rumah. Karena itu muncul istilah WFH atau work from home.

Di era millenial ini, dengan aplikasi kita bisa melakukan pembelajaran atau belajar secara virtual dengan murid (biasanya dilakukan oleh instansi sekolah). Bahkan seminar juga bisa dilakukan dengan cara demikian. Sangat-sangat membantu kemajuan teknologi di era millenial ini. Terutama bagi mereka yang terdampak langsung covid-19. 

Era millenial ini akan terus berkembang kedepan. Menyongsong tujuan yang nantinya akan lebih memudahkan manusia, bahkan untuk manusia era sekarang yang sudah merasa termudahkan oleh perkembangan teknologi. Lantas siapa yang akan jadi pemenang apakah anda? Atau malah orang lain? Siapa yang tahu. Semua itu masih misteri. Future is mistery. 
Jangan takut pada masa yang terus berubah, khawatir lah jika kita tidak bisa mengikuti perubahan itu, karena mungkin kita akan tergerus / bahkan terhapus oleh seleksi masa.

Salam...
Fikar Lunggana.

Rabu, 21 Oktober 2020

Cara Anak SMA Mendapatkan Uang Untuk Tambahan Biaya Sekolah

Bagaimana cara anak SMA mendapatkan uang tambahan untuk biaya sekolah? Apakah bisa anak SMA mendapatkan uang tambahan? Pertanyaan yang lumayan membuat saya sebagai anak yang tidak pernah sekolah SMA mengernyitkan dahi. 

Loh, Fikar tidak lulus SMA? Bukan tidak lulus ya. Saya hanya sekolah STM, bukan SMA. Disini mana anak STM Ayuk angkat tangan. Tapi nggak pakai gesper ya angkat tangannya. 

Sebagai anak muda yang pernah sekolah STM yang setara SMA, ada beberapa hal yang ingin saya bagi atau share tentang cara mendapatkan uang tambahan untuk anak SMA. 

Memang anak SMA bisa cari uang sambil belajar sih? Bisa saja sih, asal mau usaha dan mau capek. Karena semua itu butuh waktu dan tenaga. Anak SMA memang identik masa-masa pubertas, masa pencarian jatidiri. Masa-masa cinta monyet, dan masa lain-lain dimana hari seakan semua penuh warna dan bahagia.

Memang jika anak SMA bisa mendapatkan penghasilan tambahan jika mau freelance lah istilahnya. Kalau saya pribadi belum pernah mencoba dan menjajalnya. Tapi teman-teman saya sudah ada yang pernah melakukannya. Rata-rata dari teman saya yang melakukan pekerjaan sembari sekolah SMA, hanya digunakan untuk membantu meringankan beban orang tua untuk membiayai sekolah. Bukan untuk kaya-raya lanjut menjadi pebisnis muda yang ganteng dan menjadi idola kaum hawa.

Berikut beberapa pekerjaan yang pernah dilakoni teman saya

1. Menjadi marbot musholla sekolah.

Sekolah Fikar dulu memang berbasis agama Islam. Pelajaran agamanya juga banyak, ada Pendidikan Agama Islam, ada Al-Qur’an, ada pula ke NU-an. Iya sekolah Fikar didirikan oleh Yayasan Nahdlatul ulama. Teman sekolah saya dulu ada yang sejak awal masuk sekolah atau masa-masa orientasi sudah akrab dan dekat dengan para guru, jujur saya tidak tahu apakah dia pakai orang dalam atau tidak. Yang jelas Dia dekat dengan guru. Dia mencalonkan diri menjadi marbot musholla sekolah. Dan memang kala itu Cuma dia yang layak dan memiliki kecakapan sebagai seorang marbot. Tugasnya gampang yg aiyu adzan dan Iqamah ketika masuk waktu shalat lima waktu. Dan juga menjaga ketertiban dan kebersihan musholla sekolah. 

Apa yang didapat dari menjadi seorang marbot musholla sekolah? Memang yang dia dapat bukan gaji bulanan, tapi dia dapat gratis SPP selama satu tahun penuh. Tidak termasuk uang gedung. Lumayan Khan untuk bantu bantu orang tua. Apalagi yang tempat tinggalnya jauh, bisa kos gratis disekolah. Meminimalisir terlambat masuk sekolah juga. 




cara anak sma mendapatkan uang

2. Bekerja dipenyewaan tanaman hias.

Dahulu ceritanya sekolah Fikar waktu STM dekat dengan kantor pemerintahan. Dekat dengan rumah dinas Bupati. Dan juga alun alun kota. Banyak kegiatan yang dilakukan pastinya oleh para pegawai pemerintahan. Acara acara resmi lah gitu. Disini ada yang melihat peluang bisnis. Dialah seorang ibu-ibu separuh baya yang masih bugar dan sehat yang sudah ditinggal mati suaminya. Dia membuat usaha penyewaan tanaman hias Begonia dan Kawan-kawan nya (maaf Fikar tidak tahu tanaman hias lain yang sejenis dengan Begonia). Ingat dong dahulu tanaman ini pernah hits dan berharga mahal dipasaran. Sampai ada yang menawarkan harga berdasarkan jumlah lembar daun yang dimiliki. 

Dulu teman Fikar ada yang ikut tuh ibu-ibu paruh baya. Tinggal dirumahnya layaknya anak kandung. Namun itu semua tidak gratis. Karena teman saya harus ikut bantu-bantu ketika tanaman-tanaman hias ibu ada yang disewa buat acara. Dia tidak mendapatkan gajih bulanan, dia hanya dibiayai sekolahnya sama dikasih tempat tinggal+makan. 

3. Ikut CV kecil dibidang tanaman

Sebenarnya CV semacam ini ada ditiap kota atau daerah, hanya saja kadang memang namanya tidak sebooming penghasilan yang didapat. Ada banyak kebutuhan manusia soal makanan + obat-obatan. Terutama obat alami seperti kencur, jahe, Laos dan kawan-kawannya. Karena tidak semua daerah mampu mencukupi kebutuhan pasar akan permintaan apotek hidup, maka ada beberapa perusahaan yang akhirnya menanam sendiri. Untuk dikonsumsi sendiri dan juga di jual.

Dulu teman Fikar ada yang ikut beginian. Lumayan sih hasilnya. Bisa buat jajan kata teman saya. Nama CV nya dulu kalau gak salah agorfarnaka. Agak lupa namanya, tapi kalau tidak salah itu deh. Disana ada owner sekaligus beberapa karyawan. Kebanyakan karyawan disana adalah ibu-ibu rumah tangga yang sedang mencari penghasilan tambahan. Job desk disana juga sudah baik pembagiannya. Teman Fikar yang notabene masih sekolah 6hari dalam seminggu kan tidak bisa full bekerja nya. Maka gaji yang dia dapat juga bukan gaji full. Kan kerjanya juga tidak full 8 jam kerja. 

4. Penyiar Radio 

Teman Fikar yang dulu SMA nya dibawah Fikar, iya secara umur kita memang beda, lebih tuaan Fikar sih, ada yang Nyambi jadi penyiar radio loh. Radio zaman dahulu sekitar tahun 2007-2008 masih sangat bagus pasarnya dimasyarakat daerah tempat tinggal Fikar. Jadi dulu ada istilah DJ hunt kalau tidak salah. Jadi penyiar yang sudah punya nama alias terkenal nyari partner buat siaran bareng, kala itu yang lagi banyak dicari adalah penyiar yang masih sekolah SMA sederajat, harapannya mungkin biar radio mereka akan lebih bisa meng-guide pasar anak muda dikota itu. Jadi penyiar radio juga bukan pekerjaan yang buruk kok sekalipun itu Cuma sampingan. Teman Fikar ada yang sekolah sembari siaran, karena hasil dari DJ hunt tadi itu.

Radio sekolah

Nah ini seleksi nya Fikar yakin lebih mudah. Dahulu kan biasanya sekolah punya radio sendiri. Nggak mungkin kan kalau penyiar didatangkan dari luar sekolah, biasanya pasti dari sekolah itu juga. Kan seleksi nya lebih mudah dong. Artinya tidak perlu bersaing dengan siswa dari sekolah lain. 

Radio sekolah kan pastinya itu radio komunitas bisa dikatakan begitu. Tapi jangan anggap remeh, jika siaran bagus, menghibur, bukan tidak mungkin siaran itu akan didengar oleh orang diluar komunitas. Tinggal pintar-pintar penyiar nya merangkai kata. Kalau hasil, memang bukan gaji, setidaknya akan ada kompensasi atau keringanan biaya sekolah. 

5. Jadi tukang servis elektronik

Jaman Fikar sekolah dulu kan masih banyak tuh produk elektronik yang masih belum Semaju sekarang. Dulu belum ada TV tipis seperti sekarang. Maksudnya TV LCD atau LED. Dulu masih tabung. VCD player masih banyak beredar dipasaran, mulai dari merk Changhong hingga merk yang terkenal. Pada zaman itu teman Fikar ada yang belajar tentang servis elektronik secara mendalam, dia berani mengoprek, belajar pada ahli + guru yang mumpuni. 

Dulu dia bisa mendapatkan sekitar 50ribu rupiah per 1 kali servis. Entah itu TV, VCD player, power amplifier, atau yang lain. Harga jasanya dia tergantung kerusakan. Lumayan Khan buat ngajak pacar jalan malam Minggu hasilnya.

6. Bekerja di pabrik kopra.

Setelah lulus SMA, eh STM Fikar punya kenalan orang asli kota Pati. Kita saling tukar pengalaman dahulu. Usut punya usut ternyata dia sudah bekerja sejak dia SMA, dia mandiri banget loh. Sumpah dah. Dia bekerja di pabrik pengolahan kopra sepulang sekolah. Kalau tidak salah ingat, dia dibayar perhasil deh. Jadi bisa buat produk berapa, segitu dia dibayar. Tiap bulan dia sudah tanda tangan gaji loh. Ampuh Khan? 

Pada dasarnya, mau anak SMA atau anak SMK, jika mau bekerja keras untuk membantu meringankan beban orang tua, ya lakukan aja, selama itu tidak menggangu jam sekolah+belajar. Toh teman Fikar yang melakukan hal itu juga prestasi akademik nya cukup bagus. Tidak selalu jelek. Mungkin karena niat mereka sudah bulat buat meringankan beban orang tua.

Kenapa pekerjaan yang dilakukan dan disebut kan diatas lebih ke pekerjaan yang tidak bergaji secara langsung? Bukankah tidak masalah jika seorang siswa SMA bekerja untuk mendapatkan uang tambahan biaya sekolah?

Begini kawan, Fikar tahu mungkin yang diinginkan para pembaca adalah pekerjaan yang menghasilkan atau mendapat gajih bulanan. Tapi perlu diketahui sekarang kab sudah wajib belajar 12 tahun. Jadi kewajiban siswa SMA itu belajar, bukan untuk bekerja apalagi sampai mendapatkan gaji besar. Dikhawatirkan nanti malah fokus bekerja dan meninggalkan sekolah.

Namun jangan khawatir Fikar punya beberapa contoh pekerjaan yang bisa dilakukan anak SMA untuk mendapatkan uang tambahan. Baca artikel ini : pekerjaan yang bisa dilakukan anak SMA agar mendapatkan uang atau gaji.


Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Anak SMA Agar Mendapatkan Uang Atau Gaji

Di artikel sebelumnya saya sudah menulis tentang cara anak SMA mendapatkan uang. Namun pada artikel tersebut saya hanya menuliskan beberapa pekerjaan yang dilakukan teman-teman saya ketika sekolah dulu. Bukan zaman sekarang. Bagi anda generasi millenial, pasti akan merasa kurang relevan atau kurang tepat untuk zaman sekarang. Lantas adakah jalan atau cara anak SMA zaman now mendapatkan uang sendiri dengan mudah? 

Pasti ada, oke akan saya tuliskan beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan untuk anak SMA jaman sekarang mendapatkan uang atau gaji sendiri.

Freelance


1. Menjadi penulis buku

Iya buku, bukan kaleng-kaleng kan tips yang Fikar berikan. Jika menjadi penulis buku terasa berat buat kamu, lantas kamu maunya kerja apa? Sedang usiamu belum layak untuk bekerja menurut aturan menteri ketenagakerjaan. Maka pilih pekerjaan yang kiranya bisa dilakukan saat diluar jam sekolah. Saya kasih satu tips menjadi penulis buku.

Tapi tidak semua anak SMA bisa menulis khan? Ya belajar donkz. Masa tidak mau belajar. Dari SD hingga SMA sederajat saya yakin pelajaran bahasa Indonesia masih ada. Setidaknya menulis menurut kaidah bahasa Indonesia dulu yang baik dan benar.

Bingung di Thema kadang kala jika mau menulis? Jangan pakai orang lain sebagai tokoh utama, tapi diri sendiri saja dulu. Jadi untuk membuat Thema dari diri sendiri akan lebih mudah. Jika menulis dengan tokoh utama diri sendiri saja kesusahan sungguh kamu itu TERLALU!!!
Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Anak SMA Agar Mendapatkan Uang Atau Gaji


2. Jadi blogger

Ini tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nomor satu. Sama-sama menulis hanya platform saja yang berbeda. Jika nomor satu medianya adalah buku, sedang yang kedua medianya adalah blog/web.
Buat tulisan semenarik mungkin, sebagus mungkin agar orang tertarik lalu betah berlama-lama di blog Anda. Jika begitu sudah anda capai, tinggal anda mulai me-monetise blog anda. Bisa dengan Google adsense, atau ads yang lain.

3. Jadi content creator dimajalah online

Semenjak majalah semua menjadi online, hampir majalah konvensional sudah tidak terbit lagi. Oke maksud Fikar semenjak semua serba digital. Majalah tetaplah majalah, tetap butuh kontributor, entah dari dalam atau dari luar. Dari sini peluang ada buat kamu-kamu yang masih sekolah SMA atau sederajat. Carilah majalah yang memang ditujukan untuk orang seumuran anda. Disana pasti ada kolom cerpen, humor atau yang lain. Pastinya temanya teenlight lah. Cocok buat kamu-kamu yang masih muda , dan punya bakat di bidang content Creator(menulis)

4. Jadi loper koran

Koran, majalah ataupun yang lain memang ada sebagian kecil yang masih terbit. Masih dibutuhkan juga oleh masyarakat sebagian. Karena itu jadi loper koran disela-sela sekolah SMA kamu masih bisa. Hanya saja mungkin kamu akan pulang lebih sore dan berangkat lebih pagi. Karena koran tak semua selalu terbit pagi hari. Ada juga yang terbit disore hari. 

Dari berjualan koran, kamu bisa mendapatkan uang tambahan untuk biaya sekolah, membeli buku pelajaran atau untuk jajan. Tergantung kamu mau kemana mengalokasikan dana yang kamu dapat dari bekerja.

Menjual Keahlian


1. Menjual hasil edit Photoshop

Anak SMA zaman sekarang dan yang sederajat kebanyakan sudah kenal dunia komputer sejak kecil. Paham banyak software selain Microsoft office, salah satunya software editing photo yaitu Photoshop. Berbagai nama + cara editing foto itu banyak bisa dilakukan. Mulai dari menggabungkan dua gambar menjadi satu, hingga menghapus objek atau subjek yang tidak dikehendaki.

Manfaat dari edit foto editing itu banyak. Bisa untuk promosi, pamer skill, membuat isu atau mempengaruhi orang lain. 

Editing foto di Photoshop bisa dilakukan bukan karena ada dasar-dasar atau masuk dalam kurikulum sekolah formal. Biasanya mereka yang jago dalam hal ini adalah orang yang hobi ngoprek atau utak-atik.

Harga yang ditawarkan untuk jasa editing foto bervariasi, ada yang murah puluhan ribu, hingga jutaan rupiah. Tergantung kegunaan hasil editing, tingkat kesulitannya, dan juga deadline yang diberikan. Maka dari itu pra foto editing bisa menjual karya mereka dengan harga yang tinggi bahkan bisa dikatakan tidak masuk akal. 

Kekurangan dari bekerja foto editing adalah perlu device atau komputer yang tidak bisa dikatakan sembarangan. Misal tentang kapasitas Hardisk dan juga RAM. Selain itu jam terbang yang tinggi akan mempengaruhi hasil editing, karena ini memang butuh ketelatenan dan kesabaran.

2. Menjual design logo

Ada banyak website yang mempertemukan  para desainer logo dengan para perwakilan perusahaan yang ingin membuat logo baru, redesign, atau keperluan logo yang lain.  Namun ada juga perantara yang kadang kita tidak sadari. Dia bukan owner ataupun perwakilan dari perusahaan yang memesan logo. Melainkan dia hanya calo yang nantinya akan dia jual ulang pada perusahaan yang membutuhkan. 

Design logo hampir mirip dengan editing foto, perlu komputer yang tidak kentang banget kemampuannya. Karena perlu edit sana-sini, zoom sampai berkali-kali biar sedikit kesalahan, dan juga memang software design logo semisal Adobe Illustrator, ataupun Corel draw yang tidak bisa dijalankan dengan baik dengan komputer yang memiliki RAM kecil. Karena komputer yang digunakan tidak murahan, maka disini juga perlu modal untuk membeli atau merakit komputer.

Skill juga penting. Pahami dulu dasar-dasar membuat logo, apa itu pradesign, mockup, tema, konsep, tujuan, dan juga pasar. 

Di luar negeri design logo biasanya dihargai diatas satu juta untuk pembuatnya. Ya walaupun ada sih yang murah. 

Design logo di Indonesia, sudah banyak membantu orang mendapatkan pekerjaan. Karena ada beberapa dari mereka yang kerjanya hanya mendesign logo untuk perusahaan atau ada pemesanan yang datang. Jasa design logo karya anak bangsa juga sudah mahal loh. Diatas satu juta. Bahkan ada juga yang mematok 5-10 juta.

Kalau kamu uang suka menggambar tidak ada salahnya mencoba hal ini.

Saya rasa cukup tentang pekerjaan yang bisa dilakukan anak SMA agar mendapatkan uang atau gaji. Kurang lebih nya mohon maaf.

Salam

Fikar Lunggana


Jumat, 03 Juli 2020

Siapa Fikar

Fikar Lunggana,
Selamat hari indah buat kalian semua Para pemimpi. Semoga harimu menyenangkan dan membahagiakan. Aku Fikar Lunggana, hari ini resmi 10 tahun aku merantau. Meninggalkan kota kelahiran, meninggalkan orang tua, serta adik-adik yang belum banyak paham tentang urusan orang dewasa. Kala itu...

Pagi di kota kelahiran, di kampung halaman, selalu kudengar Pipit sawah bernyanyi riang sambil mencari makan atau pasangan. Membungkus pagi hari dengan lantunan indah siulannya. Disisi lain para Petani dengan semangat mengolah sawah ladangnya untuk kehidupan yang menghidupi keluarganya.

Terkadang dikala malam, ada jangkrik sawah juga ikut menemani kodok bernyanyi riang memanggil hujan di langit gelap. Makin dalam suatu malam dengan syahdunya burung hantu bernyanyi. Serta langit gelap yang penuh gemintang. 

Pagiku di kota orang.pagiku kini diwarnai Lantunan suara klakson, deru-deru mesin, knalpot standar, knalpot bobok hingga sember. Semua berkumpul jadi satu di jalan ramai yang seakan-akan tak mampu menampung kendaraan. Macet!

Bekasi, kotaku merantau. Jadi buruh itu pekerjaan aku. Kalau dipikir-pikir meski macet Banyak kendaraan, polusi dan lain sebagainya, kota ini jauh lebih menjanjikan rupiah untuk orang sepertiku yang hanya lulusan SMK. Sebenarnya bukan "hanya" sih, tapi itulah faktanya. Toh sekolah SMK ku itu juga hasil keringat kedua orang tua. Tak mungkin hasil perjuangan mereka aku bilang"hanya". Tapi luar biasa.

Tak mungkin sebagai anak laki-laki aku santai dirumah sambil ngopi2 pagi. Menikmati nya berteman sepiring gorengan cireng. Itu mimpi yang indah sih.. tapi aku rasa tidak ada salahnya​suatu saat aku mampu melakukan itu.

Buruh pekerjaan aku. Ini bukanlah pekerjaan sampingan. Melainkan pekerjaan utamaku. Aku tak punya pilihan banyak kala itu. Aku hanya punya pilihan berdikari di kampung halaman atau merantau ke kota orang.

Kalau berdikari sih, dalam sejarah keluarga sampai kakek buyut ku belum ada yang jadi pengusaha. Rata-rata mereka adalah petani yang hampir 100% kehidupan dicurahkan pada sawah dan ladang. Mungkin sebab itu juga orang tuaku lebih menyarankan aku merantau saja, mencari sawah baru. Tidak seperti sawah mereka yang berlumpur, karena sawahku kini berupa bangunan tinggi dengan rangka baja dan mengeluarkan asap-asap hitam. Sebut saja pabrik.

Islansflug.com

Tapi sawahku katanya lebih menghasilkan rupiah. Kalau dihitung secara matematis sih iya. Namun tak sebanding dengan rindu akan kampung halaman yang semakin menumpuk bertahun tahun. Kadang aku juga ingin protes pada diri sendiri. Kenapa aku takut memulai sesuatu. Takut gagal dan sebagainya. Layaknya aku takut gagal jika tidak merantau ke kota orang. Di kampungku bisa dikatakan bila ada anak lulusan SMK dan masih setiap hari kesawah membantu orang tua. Itu bisa dikatakan belum bekerja. Padahal What am i doing in field is "do". Tapi bagi orang lain aku belum bekerja karena masih dikampung hanya membantu orang tua tanpa menghasilkan banyak rupiah. Seolah menjelaskan bahwa kerja = merantau. Disatu sisi kadang sedih, seakan mereka ingin menyuruh aku merantau keluar kampung tapi tidak dikatakan secara langsung.

Andai dulu aku berani memutuskan untuk tidak merantau. Mungkin hariku kini tak perlu terbebani akan rindu kampung yang teramat dalam. 

Kenapa penyesalan datang setelah 10 tahun.

Bukan datang saat sepuluh tahun merantau, sebenarnya semenjak awal akupun sudah merasakannya. Koreksi, bukan penyesalan, tapi lebih tepatnya rasa yang tidak puas akan semua ini. Seakan hati ini ingin berkata ini bukan aku. Aku tak semestinya begini. Kenapa aku harus merantau, menjadi wayang bagi pihak lain. Aku adalah wayang dari dalang. Mengikuti skenario yang sudah Dalang buat dengan sanagat baik. Padahal aku sendiri tak tahu apakah ini akan berujung pada akhir yang indah atau malah sebaliknya. Jika bukan akhir yang indah untukku mengapa aku harus melakukannya. Tetapi peran dalang terlalu dominan dalam hidup. Dia pemegang kendali tertinggi kehidupan. Dia mampu mengatur, menjalankan, memaksa bahkan mengendalikan semua sesuai kehendaknya. Atau sesuai pihak yang ada dibelakangnya. Kalian tahu tidak siapa Dalang itu? Dialah Uang. Mampu secara langsung menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu, agar money itu mendekat. 

Baiknya dalam sebuah perjalanan kehidupan seseorang, bukankah dia yang memegang kendali penuh atas dirinya. Merdeka dengan segala yang ada. Merdeka atas keputusannya sendiri. Bukan karena dimerdekakan orang lain atau merdeka atas uluran tangan manusia lain. Menjadi sutradara, penulis skenario, art of DOp, serta pemeran untuk kehidupan mereka sendiri. 
10 tahun bukan rentang yang singkat untukku. Buat semua orang juga aku rasa begitu. Dalam tekanan kebosanan yang sering menerpa hati, biasanya orang akan mencari kesibukan untuk hidupnya. Memenuhi rasa agar ruang hati penuh tanpa celah. Misalnya melakukan hobi(hal yang disukai). Aku memiliki kecenderungan suka pada anime dan robot. Misalnya lego robot yang dibuat dengan plastik. Misal Gundam. Aku memiliki dua gundam saat ini. Gundam freedom dan Gundam Swedia. Soal skala atau tingkatan aku tak begitu memperdulikan. Aku hanya mengejar satu hasrat yaitu memiliki. Padahal buat apa memiliki kefanaan dunia yang sama sekali tidak abadi. Betapa bodohnya aku terhibur oleh hobi yang sejatinya fana.

Anime banyak hadir di kehidupan aku. Dia menghibur dan banyak menginspirasi aku. Baik dari cara berfikir ataupun kata-kata yang ada dalam anime itu. Wibu istilah untuk para pecinta anime. Tapi aku tidak sebegitunya kayaknya dalam mencintai anime. Biasa saja, meski anime banyak yang mereview bagus, jika aku tidak suka, akupun tidak akan memaksa diri untuk menonton atau mendownloadnya.
Bagaimana lantas aku terjerumus pada hobi anime dan robot ini? Aku dari kecil sudah terbiasa hidup sederhana, tapi lebih tepatnya susah. Dalam keluargaku dulu itu makanan ialah hal dominan, kalau mainan adalah sekundernya​sekunder. Bisa dibilang sampingnya samping, atau nggak pentingnya dari hal nggak penting. Artinya tidak begitu penting. Lebih baik jika ada uang digunakan untuk membeli sesuatu yang bisa dimakan atau setidaknya bukan hal yang tidak ada kaitannya langsung dengan isi perut.

Aku ingat dulu jika ingin membeli mainan, aku harus ngerongsok untuk ditukar dengan penjual mainan. Btw dikampung dulu ada tukang mainan yang menjual mainan pada anak-anak dengan cara menukar dengan barang rongsokan. Karena hal itulah, mengais-ngais ditempat sampah tetangga bukan hal memalukan bagiku, setidaknya setelah terkumpul banyak, aku bisa membeli mainan yang aku suka. Dengan cara barter dengan penjualannya. Dia dapat rongsok ya untuk didaur ulang, aku dapat mainannya.adil Khan????

Kedua orang tua tidaklah melarang, karena aku tidak minta uang pada mereka untuk sekedar membeli mainan yang aku mau. Kembali lagi ke hal tadi, kalau orang tuaku ada uang lebih baik untuk biaya sekolah dan juga makan. Prioritas lah kalau itu.
Ketika aku sudah bekerja dan memiliki uang sendiri, aku jadi teringat zaman dulu. Untuk membeli mainan aku harus ngerongsok. Tentunya banyak mainan yang tak mampu aku beli dan keinginan itu masih ada menggantung hingga sekarang. Makanya ketika aku punya uang, aku teringat akan keinginan dan mimpi yang dulu yang ingin aku raih. Memiliki Robot Gundam dll. Dan sekarang aku bisa mewujudkan meski belum semua. Setidaknya aku sedikit senang bisa menuruti keinginan hati ini kalau kecil dulu.

Sebab itu juga, kalau aku melihat mainan rasanya teringat zaman dulu. Zaman penuh nostalgia, kenangan indah, dan banyak lagi hal yang bisa aku dapat dari itu semua.
Sekarang aku sudah merantau, sudah 10 tahun, keadaan banyak berubah. Begitu juga perekonomian keluarga yang bisa dikatakan lebih baik dari dulu saat aku belum merantau. Terkadang aku merasa hidupku seperti mimpi, belum puas aku menikmati sudah kuterbangun darinya. Andai saja hidup semudah dan seindah mimpi. Namun, begitulah kehidupan harus terus berputar, berganti, dan juga saling meregenerasi. Meski begitu jangan pernah takut untuk bermimpi. Karena mimpi yang akan menuntun khayalan menjadi nyata.

Salam...

Fikar Lunggana,,,