Rabu, 21 Oktober 2020

Cara Anak SMA Mendapatkan Uang Untuk Tambahan Biaya Sekolah

Bagaimana cara anak SMA mendapatkan uang tambahan untuk biaya sekolah? Apakah bisa anak SMA mendapatkan uang tambahan? Pertanyaan yang lumayan membuat saya sebagai anak yang tidak pernah sekolah SMA mengernyitkan dahi. 

Loh, Fikar tidak lulus SMA? Bukan tidak lulus ya. Saya hanya sekolah STM, bukan SMA. Disini mana anak STM Ayuk angkat tangan. Tapi nggak pakai gesper ya angkat tangannya. 

Sebagai anak muda yang pernah sekolah STM yang setara SMA, ada beberapa hal yang ingin saya bagi atau share tentang cara mendapatkan uang tambahan untuk anak SMA. 

Memang anak SMA bisa cari uang sambil belajar sih? Bisa saja sih, asal mau usaha dan mau capek. Karena semua itu butuh waktu dan tenaga. Anak SMA memang identik masa-masa pubertas, masa pencarian jatidiri. Masa-masa cinta monyet, dan masa lain-lain dimana hari seakan semua penuh warna dan bahagia.

Memang jika anak SMA bisa mendapatkan penghasilan tambahan jika mau freelance lah istilahnya. Kalau saya pribadi belum pernah mencoba dan menjajalnya. Tapi teman-teman saya sudah ada yang pernah melakukannya. Rata-rata dari teman saya yang melakukan pekerjaan sembari sekolah SMA, hanya digunakan untuk membantu meringankan beban orang tua untuk membiayai sekolah. Bukan untuk kaya-raya lanjut menjadi pebisnis muda yang ganteng dan menjadi idola kaum hawa.

Berikut beberapa pekerjaan yang pernah dilakoni teman saya

1. Menjadi marbot musholla sekolah.

Sekolah Fikar dulu memang berbasis agama Islam. Pelajaran agamanya juga banyak, ada Pendidikan Agama Islam, ada Al-Qur’an, ada pula ke NU-an. Iya sekolah Fikar didirikan oleh Yayasan Nahdlatul ulama. Teman sekolah saya dulu ada yang sejak awal masuk sekolah atau masa-masa orientasi sudah akrab dan dekat dengan para guru, jujur saya tidak tahu apakah dia pakai orang dalam atau tidak. Yang jelas Dia dekat dengan guru. Dia mencalonkan diri menjadi marbot musholla sekolah. Dan memang kala itu Cuma dia yang layak dan memiliki kecakapan sebagai seorang marbot. Tugasnya gampang yg aiyu adzan dan Iqamah ketika masuk waktu shalat lima waktu. Dan juga menjaga ketertiban dan kebersihan musholla sekolah. 

Apa yang didapat dari menjadi seorang marbot musholla sekolah? Memang yang dia dapat bukan gaji bulanan, tapi dia dapat gratis SPP selama satu tahun penuh. Tidak termasuk uang gedung. Lumayan Khan untuk bantu bantu orang tua. Apalagi yang tempat tinggalnya jauh, bisa kos gratis disekolah. Meminimalisir terlambat masuk sekolah juga. 




cara anak sma mendapatkan uang

2. Bekerja dipenyewaan tanaman hias.

Dahulu ceritanya sekolah Fikar waktu STM dekat dengan kantor pemerintahan. Dekat dengan rumah dinas Bupati. Dan juga alun alun kota. Banyak kegiatan yang dilakukan pastinya oleh para pegawai pemerintahan. Acara acara resmi lah gitu. Disini ada yang melihat peluang bisnis. Dialah seorang ibu-ibu separuh baya yang masih bugar dan sehat yang sudah ditinggal mati suaminya. Dia membuat usaha penyewaan tanaman hias Begonia dan Kawan-kawan nya (maaf Fikar tidak tahu tanaman hias lain yang sejenis dengan Begonia). Ingat dong dahulu tanaman ini pernah hits dan berharga mahal dipasaran. Sampai ada yang menawarkan harga berdasarkan jumlah lembar daun yang dimiliki. 

Dulu teman Fikar ada yang ikut tuh ibu-ibu paruh baya. Tinggal dirumahnya layaknya anak kandung. Namun itu semua tidak gratis. Karena teman saya harus ikut bantu-bantu ketika tanaman-tanaman hias ibu ada yang disewa buat acara. Dia tidak mendapatkan gajih bulanan, dia hanya dibiayai sekolahnya sama dikasih tempat tinggal+makan. 

3. Ikut CV kecil dibidang tanaman

Sebenarnya CV semacam ini ada ditiap kota atau daerah, hanya saja kadang memang namanya tidak sebooming penghasilan yang didapat. Ada banyak kebutuhan manusia soal makanan + obat-obatan. Terutama obat alami seperti kencur, jahe, Laos dan kawan-kawannya. Karena tidak semua daerah mampu mencukupi kebutuhan pasar akan permintaan apotek hidup, maka ada beberapa perusahaan yang akhirnya menanam sendiri. Untuk dikonsumsi sendiri dan juga di jual.

Dulu teman Fikar ada yang ikut beginian. Lumayan sih hasilnya. Bisa buat jajan kata teman saya. Nama CV nya dulu kalau gak salah agorfarnaka. Agak lupa namanya, tapi kalau tidak salah itu deh. Disana ada owner sekaligus beberapa karyawan. Kebanyakan karyawan disana adalah ibu-ibu rumah tangga yang sedang mencari penghasilan tambahan. Job desk disana juga sudah baik pembagiannya. Teman Fikar yang notabene masih sekolah 6hari dalam seminggu kan tidak bisa full bekerja nya. Maka gaji yang dia dapat juga bukan gaji full. Kan kerjanya juga tidak full 8 jam kerja. 

4. Penyiar Radio 

Teman Fikar yang dulu SMA nya dibawah Fikar, iya secara umur kita memang beda, lebih tuaan Fikar sih, ada yang Nyambi jadi penyiar radio loh. Radio zaman dahulu sekitar tahun 2007-2008 masih sangat bagus pasarnya dimasyarakat daerah tempat tinggal Fikar. Jadi dulu ada istilah DJ hunt kalau tidak salah. Jadi penyiar yang sudah punya nama alias terkenal nyari partner buat siaran bareng, kala itu yang lagi banyak dicari adalah penyiar yang masih sekolah SMA sederajat, harapannya mungkin biar radio mereka akan lebih bisa meng-guide pasar anak muda dikota itu. Jadi penyiar radio juga bukan pekerjaan yang buruk kok sekalipun itu Cuma sampingan. Teman Fikar ada yang sekolah sembari siaran, karena hasil dari DJ hunt tadi itu.

Radio sekolah

Nah ini seleksi nya Fikar yakin lebih mudah. Dahulu kan biasanya sekolah punya radio sendiri. Nggak mungkin kan kalau penyiar didatangkan dari luar sekolah, biasanya pasti dari sekolah itu juga. Kan seleksi nya lebih mudah dong. Artinya tidak perlu bersaing dengan siswa dari sekolah lain. 

Radio sekolah kan pastinya itu radio komunitas bisa dikatakan begitu. Tapi jangan anggap remeh, jika siaran bagus, menghibur, bukan tidak mungkin siaran itu akan didengar oleh orang diluar komunitas. Tinggal pintar-pintar penyiar nya merangkai kata. Kalau hasil, memang bukan gaji, setidaknya akan ada kompensasi atau keringanan biaya sekolah. 

5. Jadi tukang servis elektronik

Jaman Fikar sekolah dulu kan masih banyak tuh produk elektronik yang masih belum Semaju sekarang. Dulu belum ada TV tipis seperti sekarang. Maksudnya TV LCD atau LED. Dulu masih tabung. VCD player masih banyak beredar dipasaran, mulai dari merk Changhong hingga merk yang terkenal. Pada zaman itu teman Fikar ada yang belajar tentang servis elektronik secara mendalam, dia berani mengoprek, belajar pada ahli + guru yang mumpuni. 

Dulu dia bisa mendapatkan sekitar 50ribu rupiah per 1 kali servis. Entah itu TV, VCD player, power amplifier, atau yang lain. Harga jasanya dia tergantung kerusakan. Lumayan Khan buat ngajak pacar jalan malam Minggu hasilnya.

6. Bekerja di pabrik kopra.

Setelah lulus SMA, eh STM Fikar punya kenalan orang asli kota Pati. Kita saling tukar pengalaman dahulu. Usut punya usut ternyata dia sudah bekerja sejak dia SMA, dia mandiri banget loh. Sumpah dah. Dia bekerja di pabrik pengolahan kopra sepulang sekolah. Kalau tidak salah ingat, dia dibayar perhasil deh. Jadi bisa buat produk berapa, segitu dia dibayar. Tiap bulan dia sudah tanda tangan gaji loh. Ampuh Khan? 

Pada dasarnya, mau anak SMA atau anak SMK, jika mau bekerja keras untuk membantu meringankan beban orang tua, ya lakukan aja, selama itu tidak menggangu jam sekolah+belajar. Toh teman Fikar yang melakukan hal itu juga prestasi akademik nya cukup bagus. Tidak selalu jelek. Mungkin karena niat mereka sudah bulat buat meringankan beban orang tua.

Kenapa pekerjaan yang dilakukan dan disebut kan diatas lebih ke pekerjaan yang tidak bergaji secara langsung? Bukankah tidak masalah jika seorang siswa SMA bekerja untuk mendapatkan uang tambahan biaya sekolah?

Begini kawan, Fikar tahu mungkin yang diinginkan para pembaca adalah pekerjaan yang menghasilkan atau mendapat gajih bulanan. Tapi perlu diketahui sekarang kab sudah wajib belajar 12 tahun. Jadi kewajiban siswa SMA itu belajar, bukan untuk bekerja apalagi sampai mendapatkan gaji besar. Dikhawatirkan nanti malah fokus bekerja dan meninggalkan sekolah.

Namun jangan khawatir Fikar punya beberapa contoh pekerjaan yang bisa dilakukan anak SMA untuk mendapatkan uang tambahan. Baca artikel ini : pekerjaan yang bisa dilakukan anak SMA agar mendapatkan uang atau gaji.


Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Anak SMA Agar Mendapatkan Uang Atau Gaji

Di artikel sebelumnya saya sudah menulis tentang cara anak SMA mendapatkan uang. Namun pada artikel tersebut saya hanya menuliskan beberapa pekerjaan yang dilakukan teman-teman saya ketika sekolah dulu. Bukan zaman sekarang. Bagi anda generasi millenial, pasti akan merasa kurang relevan atau kurang tepat untuk zaman sekarang. Lantas adakah jalan atau cara anak SMA zaman now mendapatkan uang sendiri dengan mudah? 

Pasti ada, oke akan saya tuliskan beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan untuk anak SMA jaman sekarang mendapatkan uang atau gaji sendiri.

Freelance


1. Menjadi penulis buku

Iya buku, bukan kaleng-kaleng kan tips yang Fikar berikan. Jika menjadi penulis buku terasa berat buat kamu, lantas kamu maunya kerja apa? Sedang usiamu belum layak untuk bekerja menurut aturan menteri ketenagakerjaan. Maka pilih pekerjaan yang kiranya bisa dilakukan saat diluar jam sekolah. Saya kasih satu tips menjadi penulis buku.

Tapi tidak semua anak SMA bisa menulis khan? Ya belajar donkz. Masa tidak mau belajar. Dari SD hingga SMA sederajat saya yakin pelajaran bahasa Indonesia masih ada. Setidaknya menulis menurut kaidah bahasa Indonesia dulu yang baik dan benar.

Bingung di Thema kadang kala jika mau menulis? Jangan pakai orang lain sebagai tokoh utama, tapi diri sendiri saja dulu. Jadi untuk membuat Thema dari diri sendiri akan lebih mudah. Jika menulis dengan tokoh utama diri sendiri saja kesusahan sungguh kamu itu TERLALU!!!
Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Anak SMA Agar Mendapatkan Uang Atau Gaji


2. Jadi blogger

Ini tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nomor satu. Sama-sama menulis hanya platform saja yang berbeda. Jika nomor satu medianya adalah buku, sedang yang kedua medianya adalah blog/web.
Buat tulisan semenarik mungkin, sebagus mungkin agar orang tertarik lalu betah berlama-lama di blog Anda. Jika begitu sudah anda capai, tinggal anda mulai me-monetise blog anda. Bisa dengan Google adsense, atau ads yang lain.

3. Jadi content creator dimajalah online

Semenjak majalah semua menjadi online, hampir majalah konvensional sudah tidak terbit lagi. Oke maksud Fikar semenjak semua serba digital. Majalah tetaplah majalah, tetap butuh kontributor, entah dari dalam atau dari luar. Dari sini peluang ada buat kamu-kamu yang masih sekolah SMA atau sederajat. Carilah majalah yang memang ditujukan untuk orang seumuran anda. Disana pasti ada kolom cerpen, humor atau yang lain. Pastinya temanya teenlight lah. Cocok buat kamu-kamu yang masih muda , dan punya bakat di bidang content Creator(menulis)

4. Jadi loper koran

Koran, majalah ataupun yang lain memang ada sebagian kecil yang masih terbit. Masih dibutuhkan juga oleh masyarakat sebagian. Karena itu jadi loper koran disela-sela sekolah SMA kamu masih bisa. Hanya saja mungkin kamu akan pulang lebih sore dan berangkat lebih pagi. Karena koran tak semua selalu terbit pagi hari. Ada juga yang terbit disore hari. 

Dari berjualan koran, kamu bisa mendapatkan uang tambahan untuk biaya sekolah, membeli buku pelajaran atau untuk jajan. Tergantung kamu mau kemana mengalokasikan dana yang kamu dapat dari bekerja.

Menjual Keahlian


1. Menjual hasil edit Photoshop

Anak SMA zaman sekarang dan yang sederajat kebanyakan sudah kenal dunia komputer sejak kecil. Paham banyak software selain Microsoft office, salah satunya software editing photo yaitu Photoshop. Berbagai nama + cara editing foto itu banyak bisa dilakukan. Mulai dari menggabungkan dua gambar menjadi satu, hingga menghapus objek atau subjek yang tidak dikehendaki.

Manfaat dari edit foto editing itu banyak. Bisa untuk promosi, pamer skill, membuat isu atau mempengaruhi orang lain. 

Editing foto di Photoshop bisa dilakukan bukan karena ada dasar-dasar atau masuk dalam kurikulum sekolah formal. Biasanya mereka yang jago dalam hal ini adalah orang yang hobi ngoprek atau utak-atik.

Harga yang ditawarkan untuk jasa editing foto bervariasi, ada yang murah puluhan ribu, hingga jutaan rupiah. Tergantung kegunaan hasil editing, tingkat kesulitannya, dan juga deadline yang diberikan. Maka dari itu pra foto editing bisa menjual karya mereka dengan harga yang tinggi bahkan bisa dikatakan tidak masuk akal. 

Kekurangan dari bekerja foto editing adalah perlu device atau komputer yang tidak bisa dikatakan sembarangan. Misal tentang kapasitas Hardisk dan juga RAM. Selain itu jam terbang yang tinggi akan mempengaruhi hasil editing, karena ini memang butuh ketelatenan dan kesabaran.

2. Menjual design logo

Ada banyak website yang mempertemukan  para desainer logo dengan para perwakilan perusahaan yang ingin membuat logo baru, redesign, atau keperluan logo yang lain.  Namun ada juga perantara yang kadang kita tidak sadari. Dia bukan owner ataupun perwakilan dari perusahaan yang memesan logo. Melainkan dia hanya calo yang nantinya akan dia jual ulang pada perusahaan yang membutuhkan. 

Design logo hampir mirip dengan editing foto, perlu komputer yang tidak kentang banget kemampuannya. Karena perlu edit sana-sini, zoom sampai berkali-kali biar sedikit kesalahan, dan juga memang software design logo semisal Adobe Illustrator, ataupun Corel draw yang tidak bisa dijalankan dengan baik dengan komputer yang memiliki RAM kecil. Karena komputer yang digunakan tidak murahan, maka disini juga perlu modal untuk membeli atau merakit komputer.

Skill juga penting. Pahami dulu dasar-dasar membuat logo, apa itu pradesign, mockup, tema, konsep, tujuan, dan juga pasar. 

Di luar negeri design logo biasanya dihargai diatas satu juta untuk pembuatnya. Ya walaupun ada sih yang murah. 

Design logo di Indonesia, sudah banyak membantu orang mendapatkan pekerjaan. Karena ada beberapa dari mereka yang kerjanya hanya mendesign logo untuk perusahaan atau ada pemesanan yang datang. Jasa design logo karya anak bangsa juga sudah mahal loh. Diatas satu juta. Bahkan ada juga yang mematok 5-10 juta.

Kalau kamu uang suka menggambar tidak ada salahnya mencoba hal ini.

Saya rasa cukup tentang pekerjaan yang bisa dilakukan anak SMA agar mendapatkan uang atau gaji. Kurang lebih nya mohon maaf.

Salam

Fikar Lunggana