Rabu, 21 Oktober 2020

Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Anak SMA Agar Mendapatkan Uang Atau Gaji

Di artikel sebelumnya saya sudah menulis tentang cara anak SMA mendapatkan uang. Namun pada artikel tersebut saya hanya menuliskan beberapa pekerjaan yang dilakukan teman-teman saya ketika sekolah dulu. Bukan zaman sekarang. Bagi anda generasi millenial, pasti akan merasa kurang relevan atau kurang tepat untuk zaman sekarang. Lantas adakah jalan atau cara anak SMA zaman now mendapatkan uang sendiri dengan mudah? 

Pasti ada, oke akan saya tuliskan beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan untuk anak SMA jaman sekarang mendapatkan uang atau gaji sendiri.

Freelance


1. Menjadi penulis buku

Iya buku, bukan kaleng-kaleng kan tips yang Fikar berikan. Jika menjadi penulis buku terasa berat buat kamu, lantas kamu maunya kerja apa? Sedang usiamu belum layak untuk bekerja menurut aturan menteri ketenagakerjaan. Maka pilih pekerjaan yang kiranya bisa dilakukan saat diluar jam sekolah. Saya kasih satu tips menjadi penulis buku.

Tapi tidak semua anak SMA bisa menulis khan? Ya belajar donkz. Masa tidak mau belajar. Dari SD hingga SMA sederajat saya yakin pelajaran bahasa Indonesia masih ada. Setidaknya menulis menurut kaidah bahasa Indonesia dulu yang baik dan benar.

Bingung di Thema kadang kala jika mau menulis? Jangan pakai orang lain sebagai tokoh utama, tapi diri sendiri saja dulu. Jadi untuk membuat Thema dari diri sendiri akan lebih mudah. Jika menulis dengan tokoh utama diri sendiri saja kesusahan sungguh kamu itu TERLALU!!!
Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Anak SMA Agar Mendapatkan Uang Atau Gaji


2. Jadi blogger

Ini tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nomor satu. Sama-sama menulis hanya platform saja yang berbeda. Jika nomor satu medianya adalah buku, sedang yang kedua medianya adalah blog/web.
Buat tulisan semenarik mungkin, sebagus mungkin agar orang tertarik lalu betah berlama-lama di blog Anda. Jika begitu sudah anda capai, tinggal anda mulai me-monetise blog anda. Bisa dengan Google adsense, atau ads yang lain.

3. Jadi content creator dimajalah online

Semenjak majalah semua menjadi online, hampir majalah konvensional sudah tidak terbit lagi. Oke maksud Fikar semenjak semua serba digital. Majalah tetaplah majalah, tetap butuh kontributor, entah dari dalam atau dari luar. Dari sini peluang ada buat kamu-kamu yang masih sekolah SMA atau sederajat. Carilah majalah yang memang ditujukan untuk orang seumuran anda. Disana pasti ada kolom cerpen, humor atau yang lain. Pastinya temanya teenlight lah. Cocok buat kamu-kamu yang masih muda , dan punya bakat di bidang content Creator(menulis)

4. Jadi loper koran

Koran, majalah ataupun yang lain memang ada sebagian kecil yang masih terbit. Masih dibutuhkan juga oleh masyarakat sebagian. Karena itu jadi loper koran disela-sela sekolah SMA kamu masih bisa. Hanya saja mungkin kamu akan pulang lebih sore dan berangkat lebih pagi. Karena koran tak semua selalu terbit pagi hari. Ada juga yang terbit disore hari. 

Dari berjualan koran, kamu bisa mendapatkan uang tambahan untuk biaya sekolah, membeli buku pelajaran atau untuk jajan. Tergantung kamu mau kemana mengalokasikan dana yang kamu dapat dari bekerja.

Menjual Keahlian


1. Menjual hasil edit Photoshop

Anak SMA zaman sekarang dan yang sederajat kebanyakan sudah kenal dunia komputer sejak kecil. Paham banyak software selain Microsoft office, salah satunya software editing photo yaitu Photoshop. Berbagai nama + cara editing foto itu banyak bisa dilakukan. Mulai dari menggabungkan dua gambar menjadi satu, hingga menghapus objek atau subjek yang tidak dikehendaki.

Manfaat dari edit foto editing itu banyak. Bisa untuk promosi, pamer skill, membuat isu atau mempengaruhi orang lain. 

Editing foto di Photoshop bisa dilakukan bukan karena ada dasar-dasar atau masuk dalam kurikulum sekolah formal. Biasanya mereka yang jago dalam hal ini adalah orang yang hobi ngoprek atau utak-atik.

Harga yang ditawarkan untuk jasa editing foto bervariasi, ada yang murah puluhan ribu, hingga jutaan rupiah. Tergantung kegunaan hasil editing, tingkat kesulitannya, dan juga deadline yang diberikan. Maka dari itu pra foto editing bisa menjual karya mereka dengan harga yang tinggi bahkan bisa dikatakan tidak masuk akal. 

Kekurangan dari bekerja foto editing adalah perlu device atau komputer yang tidak bisa dikatakan sembarangan. Misal tentang kapasitas Hardisk dan juga RAM. Selain itu jam terbang yang tinggi akan mempengaruhi hasil editing, karena ini memang butuh ketelatenan dan kesabaran.

2. Menjual design logo

Ada banyak website yang mempertemukan  para desainer logo dengan para perwakilan perusahaan yang ingin membuat logo baru, redesign, atau keperluan logo yang lain.  Namun ada juga perantara yang kadang kita tidak sadari. Dia bukan owner ataupun perwakilan dari perusahaan yang memesan logo. Melainkan dia hanya calo yang nantinya akan dia jual ulang pada perusahaan yang membutuhkan. 

Design logo hampir mirip dengan editing foto, perlu komputer yang tidak kentang banget kemampuannya. Karena perlu edit sana-sini, zoom sampai berkali-kali biar sedikit kesalahan, dan juga memang software design logo semisal Adobe Illustrator, ataupun Corel draw yang tidak bisa dijalankan dengan baik dengan komputer yang memiliki RAM kecil. Karena komputer yang digunakan tidak murahan, maka disini juga perlu modal untuk membeli atau merakit komputer.

Skill juga penting. Pahami dulu dasar-dasar membuat logo, apa itu pradesign, mockup, tema, konsep, tujuan, dan juga pasar. 

Di luar negeri design logo biasanya dihargai diatas satu juta untuk pembuatnya. Ya walaupun ada sih yang murah. 

Design logo di Indonesia, sudah banyak membantu orang mendapatkan pekerjaan. Karena ada beberapa dari mereka yang kerjanya hanya mendesign logo untuk perusahaan atau ada pemesanan yang datang. Jasa design logo karya anak bangsa juga sudah mahal loh. Diatas satu juta. Bahkan ada juga yang mematok 5-10 juta.

Kalau kamu uang suka menggambar tidak ada salahnya mencoba hal ini.

Saya rasa cukup tentang pekerjaan yang bisa dilakukan anak SMA agar mendapatkan uang atau gaji. Kurang lebih nya mohon maaf.

Salam

Fikar Lunggana


Previous Post
Next Post

0 komentar: