Jumat, 05 Februari 2021

Cara Untuk Anak Fokus Dalam Pelajaran

Bagaimana cara ibu-ibu di rumah untuk membuat anak fokus dalam pelajaran sehingga apa yang disampaikan guru disekolah masih diingat oleh anak ketika pulang kerumahnya? Fikar sendiri merasa belum mampu untuk selalu membuat anak selalu fokus dalam tiap pelajaran yang ada disekolah. Kadang malah anak menyampaikan sendiri betapa dia bosan pada suatu mata pelajaran sehingga jangankan paham, fokus saja dia merasa susah.

Tapi disisi lain, Fikar senang dia bisa jujur dan bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan ketika belajar disekolah. Sehingga ketika dirumah, Fikar bisa membantu dia belajar bagian atau mata pelajaran apa yang dia belum bisa. Alasannya simpel sih. Mungkin disekolah dia kurang suka dengan cara gurunya dia mengajar. Maka Fikar berinisiatif untuk membuat apa yang dia belum mengerti jadi menarik dan menantang dia untuk mau mempelajari.

Misal dia bosan dengan pelajaran bahasa Indonesia pada bagian kalimat aktif dan kalimat pasif. Karena selama ini si anak hanya mempelajari bahasa dengan pergaulan, dengan teman sebaya atau secara tidak langsung dia belajar dari lingkungan sekitar. 

Fikar juga hanya akan menyampaikan bahwa betapa pentingnya bahasa Indonesia dalam kehidupan. Jika dia tidak suka bahasa Indonesia, bagaimana kelak dia akan mampu berbicara dengan orang lain. Berkomunikasi dengan lawan bicara. Bagi Fikar bahasa Adalah cara kita terhubung dengan orang lain, dengan atau tidak mengerti, setidaknya bahasa lah saja yang menghubungkan.

Berikut cara yang Fikar pakai agar anak bisa fokus dalam pelajaran:

1. Ajarkan dia untuk bertahan

Fikar akan memberikan latihan pada anak bahwa dia harus mencoba fokus pada mata pelajaran yang dia kurang suka, sehingga dia kurang mampu. Fikar akan sampaikan bahwa untuk bisa sukses dalam belajar kamu harus kuat menghadapi lelahnya belajar. Lelahnya tidak paham-paham padahal sudah diulang-ulang. Prinsipnya sederhana sih, sekeras-kerasnya batu jika tiap detik ditetesi air selama bertahun-tahun secara kontinyu, kelak batu itu juga akan hancur juga.

Anak-anak biasanya cepat bosan ketika dia merasa kesulitan dan tidak menemukan solusi. Lalu dengan segera dia akan berpaling ke hal yang dia suka. Misal mainan atau game yang sedang dia sukai. Anak senang, karena terlepas dari beban. Meski orang tua memaklumi. Tapi tetap dia belum paham + mengerti tentang apa yang sudah dia pelajari. Karena dia menyerah ditengah jalan.
Disini lah pentingnya mengajar anak untuk bisa bertahan dengan apa yang dia kurang atau tidak dia sukai. Untuk sebagian anak, memang kadang perlu ketegasan ketika mengajari anak untuk bertahan agar tetap mau belajar. Tapi tidak semua kok, untuk anak yang sudah terbiasa dekat dengan ayah bundanya, tidak perlu ketegasan anak sudah paham apa yang di mau orang tua nya.

2. Memberikan permainan yang mengajarkan dia fokus pada satu hal

Banyak permainan yang bisa mengasah atau membiasakan anak agar bisa fokus dalam belajar. Diantaranya mencari nomor yang hilang dan menebak apa yang berubah dari suatu gambar. 

Mencari nomor yang hilang biasanya Fikar akan membacakan nomor dari mana saja kelipatan satu, lalu Fikar akan menghilangkan satu nomor, misal 12, 13,14,16,17,19,20,21,22,23,24,25. Lalu Fikar akan bertanya angka berapakah yang hilang?? 

Pada permainan ini akan melatih anak fokus pada apa yang dia dengar dan cara dia berhitung. Seiring dia bisa, maka tingkat kesulitannya akan Fikar naikkan.

Menebak apa yang berubah pada suatu gambar, biasanya Fikar akan Googling gambar yang mencari 5 perbedaan. Dari gambar itu bisa Fikar gunakan untuk melatih anak agar dia bisa fokus pada bentuk awal dan apa yang berubah. 

3. Buat kondisi rumah menjadi nyaman untuk belajar

Ketika anak hendak belajar, untuk menambah dia fokus dalam belajar adalah nyamankan lingkungan dulu. Lingkungan disini maksudnya sekitar si anak mau belajar harus nyaman. Tidak dalam keadaan kotor, berantakan, ataupun tidak sesuai. Yang pada intinya akan mengganggu proses belajar si anak. Jika memang berantakan maka rapihkan dulu, jika kotor bersihkan dahulu, jika tidak sesuai maka sesuaikan dahulu. 
Anak kecil biasanya fokus sangat bisa jika matanya tidak terganggu sesuatu. Sebagai orang tua, pasti tahu apa yang menggangu fokus anak. Kegiatan belajar dirumah sebaiknya apapun yang menggangu disekitar anak belajar. Misal anak terganggu dengan si Adik yang sedang mainan buku palajaran kakaknya. Maka jauhkan dahulu adik dan buku-buku pelajaran. Si adik coba untuk dijaga Ibu, biar ayah yang mendampingi kakak belajar sehingga bisa fokus.

4. Hindarkan HP dan gadget lainnya

Singkirkan gadget, PlayStation, HP, mainan, robot-robotan, Xbox, atau apapun itu yang bisa mengurangi atau mengganggu fokus anak dalam belajar. Bukan hanya gadget anak, gadget orang tua juga harus dihindarkan terlebih dahulu. Jangan sampai anak gak dekat atau pegang gadget, eh malah ortunya sambil WhatsApp an. Nanti anak bisa mikir, masa ortunya pegang HP kok anaknya gak.
HP memang perlu dihindarkan, namun pada beberapa kasus HP sangat diperlukan. Untuk browsing materi, namun untuk hal selain browsing maka jangan pernah buka hp selama anak belajar.
5. Latih anak bertanggung jawab atas dirinya sendiri

Jelaskan pada anak tentang suatu materi, bebaskan dia mau mencatat atau hanya menyimak. Setelah itu beri dia pertanyaan sesuai dengan materi yang tadi diberikan. Cara ini akan membuat anak fokus dengan bertanggung jawab atas dirinya sendiri, tidak ada teman sebangku, tidak ada yang bisa dia contekin, dan tidak da yang bisa membantu mengerjakan soal kecuali dirinya sendiri.
Dengan begitu anak mau tidak mau harus fokus pada materi yang Fikar sampai kan. Tapi cara ini juga ada kelemahannya. Yaitu ketika anak dengan santai menjawab “tidak tahu” atau “hmmmmmm” atau “ bodo amat” atau jawaban acuh yang lain. 

Jika terjadi hal demikian diatas, coba konsultasi ke guru kelas anak. Apakah disekolah memang si anak juga demikian. Atau hanya jika dirumah saja si anak melakukan hal itu. Dari konsultasi dengan wali kelas atau guru kan bisa di ambil kesimpulan selanjutnya keputusan cara apa yang baik untuk anak belajar dan masih tetap fokus.

Karena semua itu bisa saja terjadi karena anak tidak mau belajar di dampingi orang tua, hanya mau didampingi oleh guru.

6. Pahami yang anak butuhkan bukan yang orang tua inginkan

Dalam setiap kegiatan belajar agar tercapai suatu fokus pada anak, sebaiknya pahami kebutuhan anak, bukan kemauan orang tua. Jika memang anak lebih suka nonton video dari pada sekedar mendengarkan ucapan guru, maka kita sebagai orang tua harus bisa membuat video slideshow tentang materi untuk dia belajar.
Kebutuhan belajar tiap anak itu berbeda beda, tidak semua sama. Jadi sebagai orang tua, harus bisa memahami keperluan anak dalam belajar.

Jika memang anak dalam belajar kita sebagai orang tua tidak tahu apa kebutuhan anak, ajaklah diskusi empat mata dengan anak. Diskusi santai untuk mengulik kebutuhan anak dalam belajar.

Jika anak susah atau kesulitan diajak diskusi, lamak-lamaan anak secara alami akan menunjukkan kepada orang tua apa yang dia butuh dalam belajar. Sabar dan tetap dampingi anak ketika belajar.

7. Temukan cara paling efektif untuk si anak

Temukan cara paling ampuh buat anak agar anak efektif dalam belajar. Jangan buat waktu anak-anak terbuang percuma ketika belajar hanya karena perdebatan antara anak dan orang tua.

Waktu efektif apakah harus pagi hari?
Tidak selalu pagi hari, waktu efektif adalah saat anak siap belajar dan tidak ada paksaan ataupun gangguan dari pihak luar.

Lantas bagaimana menemukan waktu efektif untuk anak belajar?

Ajak anak diskusi, kapan dia ingin bermain kapan dia ingin belajar. Kapan anak mau belajar, ataukah dia hanya ingin bermain dan tidak mau belajar. Jika sudah seperti itu, caranya ada dengan mengingat kan anak bahwa tidak boleh main terus menerus tanpa mau belajar.

8. Memberikan tugas sesuai dengan kemampuan anak kita

Ketika mengajari anak, perlu diperhatikan juga tentang batasan kemampuan anak untuk memahami. Jangan paksakan jika memang si anak belum saatnya mengerti. Karena hal itu bukan karena anak tidak fokus dalam belajar, melainkan belum saatnya dia mengerti akan pengetahuan hal itu. 

Contoh simpelnya misal anak baru belajar penjumlahan bilangan ratusan, jangan diberi soal atau latihan penjumlahan dengan angka ribuan atau jutaan. 
Bertahap memberi pengetahuan pada anak. Lihat perkembangan kemampuan si anak, jika dia mampu mengikuti tinggal kita tingkatkan.

9. Matikan semua gadget saat kegiatan belajar berlangsung

Semua gadget sebaiknya mati/jauhkan ketika anak hendak belajar. Tv, radio, gadget, hp dan semua mainan ataupun benda yg mengganggu konsentrasi anak ketika belajar.
Ada waktunya anak bermain dan ada waktunya anak belajar. Jangan campur aduk ataupun ditukar tukar.

10. Mereschedule rutinitas bocah

Atur ulang kegiatan harian anak. Karena sebagai orang tua, kita pasti tahu waktu/jam berapa anak bisa belajar fokus. Misal pagi hari, ya pagi hari bila si anak main, kita tahan dulu buat belajar. Baru setelahnya boleh main bersama temannya. 

Menagtur ulang jadwal main + jadwal belajar anak, akan lebih efektif membuat anak mudah fokus daripada melarang anak untuk tidak bermain sama sekali dan dipaksa belajar seharian.

11. Berikan hadiah kecil pada anak ketika naik peringkat/skill

Anak kecil biasanya hanya paham jika diberi sesuatu oleh orang tua karena orang tua nya baik dan sayang sama dia. Dia belum paham tentang seberapa hebatnya dia, seberapa pintar dia, yang dia tahu dia melakukan yang disuruh orang tua dan mendapatkan sesuatu yang dia suka dari orang tua juga. Meski anak ranking satu terus belum tentu anak akan minta something sama orang tua, karena dia belum paham banyak hal. 
Disisi lain kita sebagai orang tua pasti ingin memberikan sesuatu kepada anak, terlebih anak telah berhasil mencapai sesuatu. Misal juara 1, peringkat kelas nomor 1, atau jadi murid teladan. Maka berikanlah, sebagai reward kepada anak atas prestasi nya. Walaupun kadang sianak belum paham apa manfaat prestasi yang sudah dia dapat. Kita sebagai orang tua ya mengarahkan dong.

12. Berikan waktu luang pada anak

Anak-anak dunianya adalah dunia main, so kita sebagai orang tua jangan hilangkan kebiasaan anak untuk bermain. Biarkan dia menikmati dunianya selama tidak melupakan tugas sebagai anak, yaitu belajar. Jika anak tetap lebih memberatkan main daripada belajar pelan kita sebagai orang tua harus mengingatkan dan membimbing. Anak sepintar apapun dia masih polos dan tetap anak-anak, butuh bimbingan dan arahan. 

Memberikan waktu luang pada anak untuk bermain juga akan mempengaruhi perilaku anak dan sikap anak ketika dewasa. Jangan sampai karena kita sebagai orang tua, sampe tega menghilangkan waktu bermain anak dan mengganti dengan full belajar. Biar dia menyeimbangkan sendiri aktivitas nya dia. Sebagai orang tua jangan lupa mengawasi dan membimbing.

13. Gunakan waktu belajar yang pendek tapi sering

Jangan paksa anak mengikuti ego orang tua nya. Kita sebagai orang tua kadang ingin anak pintar melebihi temanya. Selalu jadi bintang kelas lah misalnya. Dengan harapan anak yang cerdas bisa dibanggakan orang tua, dan kelak akan mendapatkan masa depan yang baik ketika dia sudah mulai bekerja.

Untuk mencapai hal “bintang kelas” ada juga orang tua yang mewajibkan anaknya harus belajar yang lama, lebih lama dari waktu dia bermain. Dengan harapan anaknya pasti pandai. Padahal belajar yang baik adalah bukan dengan belajar dalam waktu yang lama. Tapi carilah yang efektif. Misalnya waktu belajar yang pendek tapi sering dalam sehari. Jadi anak dapat waktu bermain, tapi tetap tidak meninggalkan belajar. Ingat ya bapak ibu, tidak semua anak bisa betah berlama-lama dalam belajar. Dua jam mungkin dia sudah jenuh menghadapi buku-buku latihan dan soal yang memusingkan.

Sayangi buah hati bapak ibu sekalian. Jangan paksa dia seperti 100% mau kita, karena anak kita kelak juga punya kehidupan sendiri. Didiklah sesuai dengan zamannya dan tetap beri dia semangat untuk belajar.

Latest
Next Post

0 komentar: